Hidup hanya untuk hari ini _ Living for today

DSCF0184Allah memberiku kesempatan untuk hidup di negara empat musim ini, merupakan suatu pengalaman yang luar biasa. Aku belajar melihat kehidupan orang dari berbagi negara dan perbedaan karakter mereka. Aku pernah mendengar bahwa, karakter atau gaya hidup seseornag bisa dipengaruhi oleh kondisi geografis dimana dia tinggal. aku belum sempat mencari referensi dari journal-journal tentang pendapat itu, dan aku juga belum tau pakah pendapat itu benar.

Selama mejalani tahap hidupku dalam lebih dari dua tahun dinegara ini, aku bisa mengambil kesimpulan bahwa pernyataan itu memang ada benarnya. Aku melihat gaya hidup, makanan dan kondisi kesehatan orang-orang dinegeri ini sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Perubahan musim selama empat kali setahun membuat orang-orang harus bisa menjadi agile atau dinamis dalam menghadapi perubahan. Hal itu mungkin yang membuat mereka menjalani hidup hanya untuk saat ini atau living for today. Mereka mungkin tidak banyak yang memikirkan apa yang akan terjadi dikehidupan yang akan datang. Disatu sisi hal itu bagus karena membuat mereka bener-benar menikmati kehidupan “disaat ini”. Namun, sisi lain mereka mungkin tidak memikirkan dampak buruk dari apa yang mereka lakukan “disaat ini”.(Na’udzubillahi min dalik). Contoh nyata yang aku lihat sendiri adalah, pasangan muda yang hanya menikmati hubungan yang dilakukan saat ini, tanpa berorientasi untuk melanggengkan hubungan sampai ke pernikahan. Mabuk dan party setiap weekend juga sudah menjadi kebiaasaan mereka. Dalam berbinis juga banyak sekali penipuan. Mungkin karena mereka tidak perduli dengan adanya “hari perhitungan”, begitu pikirku (Na’udzubillahi min dalik) . Dan….jika kutelaah lagi, hal tersebut juga terjadi di Indonesia. Jadi, manakah yang benar? Karakter orang tergantung pada kondisi geografis atau memang tergantung pada orang itu sendiri? Wallahu’alam. Tapi yang aku salut adalah, dinegara ini sangat menghormati dan menghargai perempuan muslim yang berjilbab. Alhamdulillah 🙂

Advertisements

About Issa Dyah Utami

mensyukuri hidup sebagai karunia Tuhan untuk menjalankan secuil peran bagi kebaikan bersama
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s