Keluarga Yang Indah By Gede Prama

Keluarga Yang Indah

 Posted By : Daka Posted Date : Jumat, 21 Feb 2014

Di mana-mana manusia mencari tempat berteduh. Tidak saja gunung meletus, banjir besar, gempa bumi yang membuat manusia mencari tempat berteduh, defisit kharisma banyak sekali lembaga sosial seperti pemerintah, sekolah, organisasi keagamaan juga mendorong manusia mencari tempat berteduh. Keluarga adalah salah satu pilihan yang tersedia. Kendati institusi keluarga pun terancam keruntuhan oleh perceraian dan perselingkuhan.

 Tiga Bab Pernikahan

 Siapa saja yang sudah menikah lebih dari seperempat abad mengerti, ada tiga tahapan pernikahan yang bertahan lama. Tahap pertama adalah tahap penjajagan saat pacaran awalnya. Bagi orang kebanyakan, ia ditandai oleh ketertarikan akan hal-hal yang sifatnya permukaan seperti bentuk tubuh, hobi, pendidikan. Tahap kedua adalah saat-saat penyesuaian yang penuh dengan perkelahian sekaligus penuh kesenangan. Tahap ketiga adalah tahap kedewasaan atau tahap pernikahan spiritual.

Serapi apa pun persiapannya di awal, tetap tiga tahap ini mesti dilalui. Kendati di bab pertama sudah dipilih yang serba sama (agama, suku, selera, pendidikan, dll), tetap saja harus memasuki bab ke dua berupa besarnya kesedihan sekaligus kesenangan. Bab ke dua ini akan selamat bila seseorang melihat kehidupan secara seimbang. Di mana ada kesenangan di sana ada kesedihan.

Bab ke tiga dimasuki tatkala sepasang suami istri memasuki persimpangan berbahaya. Istri mau menopause (nafsu seks menurun, mulai tidak percaya diri, emosi labil), pada saat yang sama suami mau andropause (nafsu seks naik, puber ke dua sehingga tampil percaya diri, sampai tuntutan lebih untuk dilayani). Di zaman dulu sekali, di titik ini seorang lelaki mengambil istri ke dua. Tapi siapa saja yang selamat di tahap ini, ia memasuki pernikahan spiritual. Sekaligus memasuki gerbang menua yang indah.

 Permata Pengertian

 Banyak pria yang mengungkapkan cintanya pada istri dengan memberi permata. Ia wakil dari cinta yang abadi. Tapi ada permata yang lebih menyelamatkan, ia adalah permata pengertian. Pengertian mendalam tentang cinta. Ia yang sudah mengerti cinta melalui pelaksanaan mendalam selama bertahun-tahun mengerti, cinta tidak pernah di luar. Cinta sesungguhnya ada di dalam. Bila cinta di dalam sudah tumbuh dan mekar, secara alamiah akan membuat seseorang dicintai. Ia sealami air yang basah, gula yang manis.

Dalam cahaya pengertian seperti ini, belahan jiwa bukanlah seseorang yang demikian penurutnya hingga mengikuti semua keinginan Anda. Belahan jiwa adalah seseorang yang membimbing Anda menemukan cinta sejati di dalam. Ia bisa hadir dalam bentuk pelayanan, ia juga bisa hadir dalam bentuk luka jiwa yang mendalam. Anda dilukai, dikhianati, dicaci oleh belahan jiwa. Tapi bukan sembarang luka, melainkan luka yang membalikkan arah perjalanan. Dari mencari cinta di luar menuju menemukan permata cinta di dalam.

Oleh permata cinta di dalam ini, kemudian seseorang dibimbing semakin dalam dan semakin dalam lagi. Puncaknya ketemu tatkala seseorang bisa mengerti melalui pengalaman, jiwa tidak pernah terbelah. Sejak awal jiwa itu utuh, komplit, sempurna. Sebagai hasilnya, seseorang tidak saja berhenti mengejar cinta di luar, ia juga bercahaya menerangi kegelapan, termasuk menerangi ia yang pernah melukai. Seorang sahabat di Barat yang sudah sampai di sini menulis: “I’ve seen your ugly parts and I stay to illuminate your darkness“. Sisi gelap pasangannya memang sudah terlihat, tapi ia bertahan dalam pernikahan untuk menerangi kegelapan.

Rumah Kedamaian

Siapa saja yang sudah menemukan permata cinta di dalam, kemudian bisa membuat keluarga sebagai rumah kedamaian. Sebentuk tempat berteduh yang hangat di musim dingin, tempat berteduh yang sejuk di musim panas. Dan atap rumah kedamaian ini hanya cinta yang mendalam. Kesalahan, kekeliruan, ketidaksempurnaan yang dilakukan di masa muda tentu saja berbuah. Ia bisa berupa rasa sakit, penyakit, tubuh yang renta.

Tapi di rumah kedamaian, semuanya (termasuk sakit dan penyakit) dibaca sebagai tanda-tanda perjalanan. Sakit, penyakit, kematian adalah tanda bahwa kita bukan tubuh ini. Sehat, bahagia, gembira adalah peluang untuk memancarkan cahaya. Yang bisa menulis biar menulis, yang bisa melukis biar melukis. Protes, ketidakpuasan orang adalah masukan untuk berubah. Pujian, keterkenalan adalah kendaraan untuk berbagi cahaya.

Rumi adalah salah satu manusia yang sudah tinggal lama di rumah kedamaian ini. Setelah tinggal lama di sana, kemudian ia berbagi rahasia ke kita semua: “What you love is who you are“. Apa yang Anda cintai dalam waktu yang lama sekali, itulah diri Anda yang sesungguhnya. Dan perjalanan pernikahan yang panjang sangat membantu menemukan diri sejati ini. Seorang Guru spiritual pernah berbagi pengalaman langsung: “Penyakit memberitahu saya bahwa saya bukan tubuh ini. Rumah terbakar memberi pelajaran bahwa saya bukan rumah. Kebangkrutan keuangan membuka rahasia bahwa saya bukan uang. Dan akhirnya saya mengerti, saya adalah cinta”. Selamat datang di rumah jiwa-jiwa yang indah.

Dikutip sepenuhnya dari tulisan Gede Prama, sumber:http://gedeprama.blogdetik.com/2014/02/21/keluarga-yang-indah/

 

Advertisements

About Issa Dyah Utami

mensyukuri hidup sebagai karunia Tuhan untuk menjalankan secuil peran bagi kebaikan bersama
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s